Reinita Arlin Puspita, Gerakkan Denyut Nadi Pariwisata Indonesia

Reinita Arlin Puspita. Figur gadis cantik yang satu ini benar-benar memikat. Selain cantik, ia juga luwes sekali ketika diajak berbincang. Murah senyum dan humble merupakan dua kesan yang amat terasa saat berbicara empat mata dengannya.

Arlin, begitu ia kerap disapa, merupakan Putri Pariwisata Indonesia 2012. Ia terpilih pada September 2012 lalu, dan sekaligus menjadikannya sebagai duta pariwisata Indonesia yang baru. Ia juga terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang Miss Tourism World 2012 dan berhasil masuk dalam Top 20 dalam ajang yang dihelat di Bangkok tersebut.

Dalam ajang tersebut, ia juga dinobatkan sebagai Miss Tourism Asia 2012. Menariknya lagi, ia juga digelari Miss Tourism Personality, semacam Miss Congeniality dalam Miss Universe. Ia mendapat apresiasi khusus dari sesama kontestan lain karena kepribadiannya yang dianggap baik dan menarik.

"Keberagaman. Itulah kekuatan utama yang kita miliki. Beragamnya budaya tersebut juga memiliki nilai-nilai yang berbeda dan semuanya unik."
“Keberagaman. Itulah kekuatan utama yang kita miliki. Beragamnya budaya tersebut juga memiliki nilai-nilai yang berbeda dan semuanya unik.”

“Ajang Putri Pariwisata itu merupakan salah satu kegiatan yang membentuk pribadi saya. Di event tersebut, kriteria pemilihan pemenangnya terbilang unik, bukan brain, beauty, behavior seperti yang banyak dianut oleh ajang serupa, melainkan smart, charming, dan hospitable,” ujar dara kelahiran Surabaya, 14 Maret 1991 ini kepada Perempuan.com.

Selain disibukkan sebagai duta pariwisata, Arlin kini juga sedang menjalani tugasnya sebagai seorang dokter muda di RSUD Koja, Jakarta Utara. Kelak, ia ingin menjadi seorang dokter spesialis kandungan atau dokter spesialis mata.

Untuk mempromosikan dunia pariwisata Indonesia di mata internasional, anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku mempunyai strategi dan cara tersendiri. Ia membuat penyesuaian dengan budaya dan karakteristik masyarakat setempat terhadap destinasi yang ia promosikan.

Satu contoh, ketika ia sedang berpromosi di Thailand, ia menyesuaikan dengan kondisi negara tersebut di mana ada banyak candi di dalamnya. Maka di situ ia mempromosikan candi-candi yang ada di Indonesia yang tak kalah indahnya dengan yang ada di Thailand.

Begitu pula saat ia menunaikan tugasnya di Rusia. Rusia dikenal merupakan negara yang jarang “bertemu” dengan matahari. Melihat kondisi tersebut, maka Arlin mempromosikan destinasi wisata Indonesia yang eksotis dan bermandikan cahaya matahari.

Keberagaman sebagai Senjata

Indonesia di mata Arlin merupakan negara yang komplit dalam urusan pariwisata. Budaya dan warna apapun, dari pantai yang eksotis hingga gunung yang berdiri gagah, dari matahari hingga salju, semua ada di sini. Namun terlepas dari segala kemolekan alamnya, Arlin menilai ada satu kekuatan utama Indonesia yang belum tentu dimiliki oleh negara di belahan dunia lain.

“Keberagaman. Itulah kekuatan utama yang kita miliki. Berapa banyak budaya yang mewarnai Indonesia? Beragamnya budaya tersebut juga memiliki nilai-nilai yang berbeda dan semuanya unik. Ada 17 ribu pulau di sini. Mereka memiliki kekhasannya sendiri-sendiri. Mereka punya keunikan alam, kesenian, dan kuliner sendiri. Bukankah itu luar biasa?” ucap Arlin.

Ia menuturkan, ada empat faktor utama bagi suatu daerah untuk menjadi potensi destinasi wisata yang baik. Hal tersebut bisa dilihat dari segi atraksi, akomodasi, kemudahan akses yang didapat saat mengunjungi tempat tersebut, serta faktor karakteristik masyarakat setempat.

“Saya ambil contoh di Bali. Di situ masyarakatnya sudah siap menerima turis. Mereka ramah terhadap wisatawan. Sopir taksi yang ada di Bali bahkan bisa menjadi tour guide bagi wisatawan yang mampir ke sana,” ujar gadis yang juga piawai bermain piano ini.

arlin-web1
“Semua harus bahu membahu untuk bersinergi dan menjaga heritage yang diberikan oleh Tuhan pada kita.”

Luruskan Anggapan Miring

Membawa nama Indonesia dalam ranah internasional diakuinya penuh dengan tantangan. Tak dapat dipungkiri, masih ada pandangan miring dan stigma negatif sebagian kalangan mengenai Indonesia di luar negeri. Isu keamanan merupakan yang banyak dipertanyakan.

“Saya selalu katakan pada mereka bahwa para teroris tersebut bukan merupakan representasi dari penduduk Indonesia. Sayang sekali jika ketakutan mereka itu menghalangi mereka untuk datang ke Indonesia. Saya tekankan pada mereka bahwa amat banyak keindahan Indonesia yang akan mereka lewatkan karena ketakutan tersebut,” kata Arlin.

Destinasi wisata Indonesia yang disukai Arlin sendiri ialah Pantai Tanjung Tinggi di Belitung, Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, dan Danau Linau di Sulawesi Utara. Ia merasa ketiga tersebut amat berkesan sepanjang perjalanannya menyusuri destinasi wisata Tanah Air.

Di Danau Linau misalnya, ia bisa melihat 360 derajat keindahan Sulawesi Utara. Mulai dari keindahan laut Bunaken hingga keindahan eksotis alam Tondano dapat ia saksikan secara utuh di puncaknya.

Di mata Arlin, dunia pariwisata Indonesia amatlah potensial bagi kesejahteraan negara. Hal tersebut dapat dilihat dari sektor pariwisata yang merupakan penyumbang devisa keempat terbesar di Indonesia. Ia yakin, melalui pariwisata, maka sektor ekonomi kreatif dan usaha-usaha kecil akan dapat menggerakkan perekonomian nasional.

Arlin menilai, belum semua pihak yang terlibat dalam dunia pariwisata Tanah Air bersinergi secara utuh. Ia berharap agar semua harus mengambil porsi dengan satu visi yang sama. Semua pihak yang berkepentingan harus bersatu untuk membangun pariwisata Indonesia menjadi lebih baik lagi dan bisa bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand atau Singapura.

“Semua elemen dan pihak yang terlibat dalam dunia pariwisata di Indonesia harus mempunyai visi yang sama, yakni murni untuk memajukan pariwisata kita. Semua harus bahu membahu untuk bersinergi dan menjaga heritage yang diberikan oleh Tuhan pada kita,” pungkasnya. (stv)

Teks: Stephen Willy
Foto: Mambang Yazid, Dok. El John Pageants

*) Artikel ini bisa juga dibaca di situs Perempuan.com, 10 Juni 2013. Berikut tautannya: http://perempuan.com/library/2013/mei/3/#/20/ (versi e-magazine)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s